Cara memilih beras yang baik.

Oleh:   Munawan - Munawan -   |   18.17.00

Cara memilih beras yang baik.

1. Sebelum menjadi beras, bentuknya adalah gabah atau bulir padi yg masih
tertutup kulit sekam. Gabah yg sudah kering dimasukkan ke mesin pemecah
kulit. Pada proses ini, selain kulit sekam yg terkelupas ikut pula lapisan
kulit ari dari gabah tersebut.
Beras yg dijual di supermarket kebanyakan penampakannya sudah putih bersih,
yang justru kualitasnya sudah jelek. Karena berarti beberapa kali melewati
proses pemecahan kulit melalui mesin (PK1, 2, 3 alias pecah kulit 1, 2, 3),
artinya pula, lapisan kulit arinya sudah hilang sama sekali. Yang tertinggal
hanyalah kandungan tepung / karbohidrat.
Padahal kulit ari beras memiliki kandungan serat dan Vit.B yang tinggi,
sehingga bermanfaat untuk mencegah kolesterol dan lain lain.
Jadi bagaimana mensiasati hal ini :
- beras tumbuk, apabila tersedia, jauh lebih baik daripada beras hasil
proses mesin
- jangan mencuci beras sampai menjadi sangat bersih, karena dg demikian juga
berarti membuang sisa lapisan kulit ari yg mgkin masih menempel pada beras
- pilih beras yg masih terlihat ada sisa sisa warna kulitnya, jadi tidak
betul betul putih.
- memang beras yg masih terdapat kulit ari, akan lebih mudah berbau alias
tidak tahan lama, karena itu, masak beras seperlunya saja, jgn disimpan
terlalu lama. Contohlah orang2 desa yg baru memasak beras ketika akan mulai
makan

2. Secara umum, macam beras di Indonesia hanya ada tiga, kelas IR64. kelas
IR66 atau IR74, kelas GH. Memang di beberapa daerah ada penamaan lokal, tapi
pada dasarnya sama.
- IR 64 berasnya panjang sedikit ada lengkungan di ujungnya. Nasinya punel
dan enak. Varietas ini tidak tahan penyakit dan butuh air banyak di
persawahan, jadi hanya cocok saat musim hujan, karena itu harganya mahal
- IR 66 atau IR 74 juga panjang tapi tanpa lengkungan di ujungnya. Nasinya
kurang disukai orang Indonesia karena kurang punel alias gelontor. Jenis ini
tahan penyakit, tidak butuh air banyak, umur pendek, tapi produksinya
banyak, jadi lebih murah. Thailand banyak memproduksi varietas ini yg
diekspor ke Eropa dan Afrika. Karena itu Thailand bisa surplus.
- GH berasnya lebih pendek dan gemuk. Nasinya juga punel dan enak. Lebih
sedikit membutuhkan air, tahan penyakit jamur karena batangnya tinggi, tapi
gampang roboh akibat terpaan angin. GH ada yang beraroma dan tidak beraroma,
yg beraroma biasanya dikenal dengan Pandanwangi, Sintanur, atau beras
Cianjur. Orang Bali menyukai beras ini disamping beras ketan. Harganya jauh
lebih mahal di supermarket ketimbang jenis beras lainnya, tetapi di tingkat
petani lebih murah, karena permainan tengkulak.

Karena itu, jgn terlalu terpaku pada merek atau promosi, karena pada
dasarnya sama. Beras punel menjadi lebih mahal hanya karena di pabrik
penggilingan sudah dipisahkan antara beras yg utuh dan yg patah akibat
proses pemecahan kulit tadi, shg beras terlihat seragam dan rapi tanpa ada
pecahan pecahan kecil. Padahal ketika sudah menjadi nasi, hal itu tidak lagi
menjadi perbedaan.

Kalau mau melakukan penghematan, bisa Anda beli beras murah alias beras yg
tidak punel, kemudian dicampur sedikit dengan beras ketan, hasilnya beras
Anda akan menjadi punel, atau campur dengan beras varietas GH, maka akan
menjadi punel.

3. Sekarang orang mulai mengkonsumsi Oat Meal atau gandum karena iklan bahwa
ia dapat menurunkan kolesterol dengankandungan seratnya yg tinggi. Saya
tertawa ketika mendengan hal ini, karena masyarakat pedesaan sudah sangat
terbiasa dengan yg namanya bubur katul (tajin bu'uk kata orang madura),
yaitu produk sampingan dari penggilingan padi, yaitu hasil proses pecah
kulit kedua, alias kulit ari itu sendiri. Harganya murah, karena hanya orang
desa yg suka makan ini. Biasanya direbus kemudian ditambahkan gula merah,
menurut saya enak karena rasanya khas dan manisnya gula merah. Kalau mau
dengan susu juga enak (niru orang bule) Kandungan serat dan vitaminnya
sangat tinggi, bahkan saya dengar sudah dipatenkan.
Jadi kenapa harus makan gandum yg diimpor, sedangkan di sekitar kita hal
yang bahkan jauh lebih baik, justru melimpah tak termanfaatkan.

Alhamdudillah, saya terbiasa menyimpan gabah di rumah, baru digiling kalau
beras mau habis, itupun cukup sekali pecah kulit. Katulnya juga bisa dibawa
pulang. Juga terkadang bisa menikmati beras hasil tanam di daerah pegunungan
tadah hujan, jadi minim pupuk kimia dan pestisida. Rasanya jauh lebih enak
dibanding padi hasil pemupukan kimia dan banyak pestisida.

Semoga bermanfaat sedikit pengetahuan saya sebagai petani. Mgkin lain kali
kita bisa diskus bagaimana memilih sayuran yg baik.



Tampilkan Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Laman

SPACE IKLAN

Space iklan DISINI
Silahkan hubungi PASANG IKLAN Atau email ke lombahebat@gmail.com Atau wa ke 085759333756

Kontributor

Google+ Badge

Archive

Label

Aneka Ayam Aneka Bubur ANEKA AYAM Aneka Bebek ANEKA BUBUR KOLAK ANEKA CAKE ANEKA CAMILAN Aneka Cemilan Kue ANEKA DAGING Aneka Es Aneka Es Segar ANEKA GORENGAN ANEKA IKAN SEAFOOD ANEKA JAJANAN Aneka Kerupuk Aneka Kue Aneka Kue Basah Aneka Kue Kering ANEKA MAKANAN BAYI Aneka Masakan Daging Aneka Masakan Indonesia Aneka Masakan Padang Aneka Masakan Udang ANEKA MIE PASTA ANEKA MINUMAN ANEKA NASI Aneka Puding Aneka Resep Masakan Indonesia ANEKA ROTI Aneka Salad Aneka Sambal ANEKA SAYUR MAYUR Aneka Soto ANEKA SUP SOTO Aneka Tahu ANEKA TAHU TEMPE ANEKA TELUR Aneka Udang Apple asinan Ayam ayam bakar Ayan Baso Bekal Sekolah bento beras/nasi Birthday blog Bolu Bread Bread Pudding bread/buns brownies Brownies Kukus buah buncis Burger cake Cemilan Cheese Chinese Food chocolate Cilok Bandung coklat Cookies cookies/kue kering Cumi cupcake Daging / Jerohan / Iga daging sapi Daily Menu Dessert donat Education Es Es buah family fillet Fish Free Article Cooking Friendship fruit salad gorengan greentea/matcha Humor Ikan Ikan laut Iklan Info Kuliner Jajanan jajanan indonesia Jajanan Tradisional jualan Juice jus Kaldu kambing keju kentang kepiting Kesehatan Khas Bangka Belitung Khas Betawi Khas Jawa Barat Khas Jawa Tengah Khas Jawa Timur Khas Lampung Khas Makasar Khas Masakan Sayuran Khas Medan Khas Palembang Khas Pati Khas Yogyakarta Kids Meal Klappertaart Kontes SEO kue kue bolu Kue Cubit KUE KUKUS KUE LAINNYA Kue Lebaran KUE PANGGANG Kumpulan Resep Kue labu kuning lauk Lauk Pauk lebaran Lemon Lomba lontong macaroni Makanan Makanan Bandung Makanan Ringan martabak masakan Masakan Daerah Masakan Nusantara Masakan Tradisional Menu Buka Puasa Mie Minuman molen muffin Nasi Nasi goreng Nasi timbel nasi uduk Nastar Nugget nutella Oats Omelet oseng panggang/bakar pasta pempek Pepes pindang pisang Pisang goreng pizza Puding Ramadhan 2016 Rawon Resep Bolu Resep Cake Resep Gorengan Resep Kue Resep Kue Apam Resep Kue Basah Resep Kue Kering Resep Kue Kukus Resep Kue Panggang Resep Kue Praktis Resep Kue Tradisional Resep Kue untuk Lebaran Resep Luar Negeri Resep Masakan Resep Minuman Review Review Blog roti Salad Sambal Sapi sate Sayur seafood Selada Selai Serba serbi Simple Breakfast siomay snack sosis Soto sour cream Steak Sup tahu Tahu / Tempe teflon telur tempe Teriyaki terong Tim Tips TIPS DAN INFO tips dan trik Tumis tumpeng Tuna ubi udang Waffle water-roux

Translate